Senin, 26 Maret 2018

Nama : Novia Rachmadani Wijayanti
NIM : 175231077
Jurusan : Perbankan Syariah (2B)
Makul : Bahasa Indonesia
Dosen : M. Zainal Anwar, S.H.I., M.Si.

“Bencana Alam Pengguncang Semesta”
Bencana alam ialah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi makhluk hidup, khususnya manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, tsunami, tanah longsor, kebakaran, gempa bumi, badai, dan masih banyak lagi. Beberapa bencana tidak terjadi secara alami. Namun, juga ada faktor campur tangan dari manusia.
Ketika bencana alam ini terjadi pasti dapat menyebabkan banyak kerugian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada bencana yang terjadi. Serta, pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana itu sendiri. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahaya itu sendiri. Contohnya seperti kebakaran yang dapat mengancam atau merugikan  bangunan dan materialnya, tanah longsor yang dapat merusak banyak hal disekitarnya.
Namun, tidak semua bencana alam itu dapat merugikan manusia. Contohnya pada bencana alam gunung berapi yang meletus, abu vulkaniknya (pasir) dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan bangunan. Walaupun memang lebih banyak kerugiannya dari pada manfaatnya. Tetapi paling tidak kita dapat mengambil hikmah dari bencana yang terjadi.
Selanjutnya akan dijelaskan tentang beberapa contoh dampak bencana alam yang ada pada sekitar kita. Yang pertama ialah banjir, banjir adalah bencana akibat curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi dengan saluran pembuangan air yang memadahi atau karena jebolnya sistem aliran air yang ada sehingga daerah yang rendah terkena dampak kiriman banjir. Sedangkan dampak yang ditimbulkan dari banjir itu sendiri ialah rusaknya areal pemukiman penduduk, sulitnya mendapat air bersih, rusaknya areal pertanian, timbul banyak penyakit dan masih banyak lagi.
Cara mengatasi banjir yaitu dengan cara membersihkan saluran air dari sampah, tidak mendirikan bangunan diatas saluran irigasi air, membuat tanggul-tanggul disepanjang sungai serta masih banyak lagi.
Kedua adalah kebakaran hutan, yaitu kebakaran yang diakibatkan oleh faktor alam seperti sambaran petir, kekeringan berkepanjangan dan masih banyak lagi. Tetapi ada faktor campur tangan manusia saat kebakaran hutan terjadi contohnya membuang puntung rokok sembarangan, lupa mematikan api saat berkemah dan lain sebagainya. Dampaknya yakni kebutuhan kayu semakin sedikit, merusak populasi binatang-binatang yang ada di hutan dan masih banyak lagi.
Cara mengatasinya dengan cara menghimbau kepada pengunjung hutan untuk menjaga lingkungan hutan, menyiapkan regu pemadam kebakaran, pengadaan sarana dan prasarana serta yang lainnya.
Ketiga ialah gempa bumi, yakni goncangan yang menggoncangkan suatu daerah mulai dari tingkat rendah ke tinggi yang membahayakan. Kebanyakan gempa bumi disebabkan oleh pelepasan energi yang dihasilkan tekanan yang dilakukan lempengan yang bergerak. semakin lama tekanan tersebut semakin membesar dan akhirnya mencapai puncak dan tidak dapat ditahan oleh pinggiran lempengan. Dan akhirnya terjadilah gempa bumi.
Dampak dari gempa itu sendiri ialah, banyak bangunan yang roboh, banyak kerugian material yang ditanggung oleh korban, dan masih banyak lagi. Sedangkan cenderung ada cara mengatasinya. Namun, saat setelah kita terkena gempa kita tidak diperbolehkan panik berlebihan, periksa keadaan apakah terdapat luka atau tidak, dengarkan informasi atau intruksi dari pemerintah atau orang yang lebih tahu dan masih banyak lagi.
Keempat ialah tsunami, yakni ombak yang sangat besar yang menyapu daratan, dan kita sering menyimpulkan karena adanya gempa bumi di laut. Tsunami sangat berbahaya karena dapat membunuh banyak manusia dan makhluk hidup yang terkena dampak tsunami. Dampak dari tsunami ialah rusaknya ekosistem yang ada di laut, tidak hanya merusak ekosistem yang ada di laut, melainkan yang ada diratan juga dan masih banyak lagi.
Cara mengantisipasinya ialah dengan cara lari ke tempat yang lebih tinggi, jika situasi memungkinkan segeralah pergi ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan dan masih banyak lagi.
kelima ada tanah longsor, adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Longsor juga biasa disebut dengan gerakan tanah yang terjadi karena pergerakan asa batuan atau tanah dengan berbagai jenis. Faktor lain yang dapat menyebabkan tanah longsor ialah erosi, hujan lebat, penggunaan bahan-bahan peledak dan masih banyak lagi.
Cara mengatasinya ialah menanam pohon di tebing-tebing, melakukan terasering, dan sebenarnya masih banyak cara lain untuk menanggulangi tanah longsor tersebut.
Jadi, sedikit kesimpulan yang dapat diambil dari ringkasan singkat tersebut ialah bencana alam adalah suatu aktivitas alam atau suatu peristiwa fisik yang dilakukan secara alami dan karna aktivitas manusia. Yang disebabkan ketidakberdayaan manusia, akibat kurang pedulinya manusia terhadap lingkungan alam sekitar. Lalu para korban mengalami kerugian yang sangat banyak seperti kerugian dalam bidang keuangan atau material, tekanan batin karena melihat keadaan sekitar bahkan sampai kematian. Walaupun kerugian itu sendiri tergantung pada kemampuan manusia untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka.
Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk bahayanya sendiri. Banyak sekali masalah yang berkaitan dengan bencana alam. Kehilangan dan kerusakan termasuk yang paling sering dialami oleh para korban. Harta benda dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah untuk dilupakan. Dan juga hambatannya pada laju perekonomian di daerah tersebut.
Namun tidak semua bencana alam itu berdampak buruk pada kehidupan. Kita juga bisa mengambil sisi positif dari kejadian ini, yaitu untuk kita selalu menjaga lingkungan alam dan tidak merusaknya serta kita harus ingat kepada yang maha kuasa karena kita diciptakan untuk merawat ciptaannya bukan untuk menghancurkan. Dan mengingatkan kita bahwa seluruh makhluk hidup pasti akan kembali kepada sang pencipta-Nya.